YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Rabu, 27 Januari 2010

Jadi Upik Abu

Lili menghempaskan tubuhnya di kursi teras rumah. Ia baru pulang dari sekolah. Wuih, cape sekali ! lili beristirahat sejenak di teras sebelum masuk ke rumah. Saat lili masuk ke dalam rumah, terasa sepi sekali. Mbak nina,pembantu keluarga lili, pulang kampong kemarin. Papa, mama, dan kak trian juga belum pulang.

Lili merasa lapar. Tapi, tak ada makanan di meja makan. “lebih baik aku beli mie ayam saja,”ujarnya.
Kemudian, ia keluar rumah dan membeli mie ayam. Ia langsung melahap mie itu sesampainya di rumah. “wah, kok cepat sekali ya aku makan. Aku yang lapar, atau memang mie ini yang lezat?” gumam lili sambil tertawa sendiri.
Setelah makan, ia pergi ke ruang tengah untuk membaca majalah. Tapi, kok ruangan ini kotor dan berantakan sekali, ya ?
“ah, mana enak membaca di ruangan yang kotor dan berantakan,” katanya dalam hati.
Lili keluar dari ruang tengah dan melihat ruangan rumah lainnya. Betul, berantakan sekali ! entah ada dorongan dari mana, ia pun memutuskan untuk membersihkan rumah. Padahal, biasanya ia tak mau melakukan hal itu.
Hal pertama yang di lakukan lili adalah menyapu Seluruh ruangan rumah termasuk halaman depan di sapunya. Setelah itu, ia mengepel lantai. Uh, capeknya ! keringatnya bercucuran. Ia minum segelas besar air dingin. Ayo, mulai ! lili lalu merapikan barang-barang yang berantakan. Sambil mengomel-ngomel. “kenapa sih habis makan , gelas dan piring tidak di bawa ke dapur ?”
Lalu “berapa susahnya sih melipat dan menata Koran?”. Tetapi akhirnya pekerjaan itu selesai juga. Lega rasanya.

Ternyata megerjakan pekerjaan rumah sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga. Selama ini, ia selalu menganggap enteng pekerjaan mbak nina. Sepertinya, urusan merapikan rumah itu urusan spele dan gampang.
Tapi, pada kenyataannya tidak seperti itu. Hmm, kita memang tidak boleh meremehkan pekerjaan orang lain, ya .
Tiba-tiba ia teringat dengan piring dan gelas yang kotor di dapur. Aduh, tubuh lili masih lelah. Tapi, sekalian lah !
“ngga apa-apa,deh. Yang penting, rumah ini bersih dan rapih,” kata lili sambil beranjak ke dapur. Tak lama kemudian terdengar suara “tang ting” dan air keran mengalir dari dapur.
Nah, semuanya sudah selesai sekarang. Lili melihat seluruh ruangan.
Keadaanya sudah rapih dan bersih. Lili sangat puas dengan hasil pekerjaannya.
“assalamualaikum,” terdengar suara mama mengucapkan salam. “waalaikumsalam,” jawab lili. “kamu sendirian, Li ?” Tanya mama. “iya, ma” jawab lili. “wah, rumah ini kok besih dan rapih sekali ya ?” kata mama sambil memandang berkeliling.
Lili Cuma tersenyum mendengar komentar mama. “siapa yang merapikan semua ini, li ? kamu ?” Tanya mama lagi. “iya ma . ini upik abunya” kata lili sambil tertawa menepuk dadanya.
“tadi rumah kotor sekali, aku ngga tahan ngliyatnya. Jadi, lili bersihin deeh smuanya” .
“duuh ngga nyangka , kamu mau beresin rumah. Biasanya beres-beres kamar aja susah” ujar mama sambil tersenyum. “aah, mama bisa aja memang lili tadi lagi berbaik hati.
Ibu dan anak itupun lalu tertawa terbahak-bahak. “oke, karena kamu sudah jadi upik abu yang baik, mama akan memberi hadiah bwat kamu. Nanti malam kita akan makan di luar, terserah kamu mau makan apa” tutur mama.
“horeee ! thank you mom . kalu begitu nanti malam aku mau makan bebek goreng, hahahaha” ujar lili. “hmm, di restoran yang baru itu ? sepertinya papa dan ka trian tak akan menolak” ujar mama tersenyum.

Karya : Tiara prativi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar