YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 29 Juli 2010

RESUSITASI MULUT KEMULUT

Penolong bisa melakukan langkah-langkah:
1.Baringkan penderita terlentang pada alas yang keras.
2.Topang lehernya, dan tengadahkan kepala supaya jalan nafas lurus.
3.Buka mulut dan angkat setiap sumbatan (termasuk gigi palsu) dengan jari-jari anda.
4.Pencet hidung sampai tertutup.
5Ambil nafas panjang, dan tutupkan mulut anda kemulut penderita.
6.Hembuskan nafas kuat-kuat kedalam mulut penderita 4 kali berturut-turut secara cepat, sambil memeriksa apakah dadanya ikut mengembang.
7.teruskan menghembuskan nafas secara kuat dan tetap sekali setiap 5 detik (12 kali per menit). Jangan berhenti sampai penderita mulai bernafas sendiri, atau petugas medis telah datang. (Pada anak kecil, hembuskan pelan-pelan sekali setiap 3 detik atau atau 20 kali per menit).

Baca dan pelajari langkah-langkah yang harus dilakukan pada keadaan yang mengancam jiwa dan lakukan dengan tenang serta penuh percaya diri.

RESUSITASI JANTUNG PARU (CARDIOPULMONARY RESUSCITATION/CPR)
Ini adalah langkah-langkah penyelamatan jiwa seseorang dimana denyut jantung telah berhenti. CPR adalah kombinasi dari masase jantung dari luar dan resusitasi mulut ke mulut. Untuk melakukan CPR dengan baik seharusnya anda sudah mengikuti latihan sehingga berkurang kemungkinan anda melakukan kesalahan yang malah bertambah cedera pada penderita. Intrusi di bawah ini adalah untuk penyegaran kembali:

Apa yang bisa dilakukan penolong
1.Berlutut disamping penderita
2.Letakkan dasar telapak tangan pada batas bawah tulang dada, dan tumpangkan dasar telapak tangan anda yang lain diatas telapak tangan yang pertama. Jari-jari tangan jangan menyentuh dada.
3.Dengan lengan yang lurus, condongkan badan ke muka sehingga bahu anda di atas tulang dada penderita.
4.Tekan tulang dada ke bawah sampai 4-5cm pada orang dewasa.
5.Dengan ke dua tangan tetap di dada penderita, condongkan badan ke belakang dan biarkan tulang dada penderita kembali ke posisi normal.
6.Teruskan menekan tulang dada dengan kecepatan 3 kali setiap 2 detik (80-100 kali per menit).
7.Berikan resusitas mulut ke mulut kecepatan 2 hembusan kuat ke mulut penderita setiap 15 kali menekan dada.

CARA MELETAKKAN PENDERITA YANG BENAR
Merupakan posisi yang paling aman bagi penderita yang tidak sadar, memungkinkan, kelancaran, pernapasan dan mencegah tersedak oleh bahan-bahan yang di muntahkan penderita sendiri. Baringkan penderita pada posisi ini hanya bila menurut anda tidak ada cedera tulang belakang dan telah memeriksa bahwa pernapasan normal.

Apa yang bisa dilakukan penolong :
1.Letakkan lengan penderita menempell pada tubuh dengan tangan dibawah kaki penderita menempel pada tubuh dengan tangan dibawah kaki penderita.
2.Silangkan lengan yang satu di atas dada dan silangkan kaki yang satu di atas kaki yang lain.
3.Sambil melindungi kepala, pegang pakaian penderita di atas pinggul dan balikkan penderita sehingga telungkup.
4.Palingkan kepala ke satu sisi dan periksa apakah ada sumbatan jalan nafas.
5.Tekan satu lutut di sisi yang sama dengan kepala untuk menopang badan bagian bawah.
6.Tekuk siku untuk menopang tubuh bagian atas.
7.Tarik lengan yang satu dari bawah tubuh penderita dan luruskan, untuk mencegah supaya penderita tidak berbalik terlentang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar