YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Senin, 26 Juli 2010

CEDERA ALAT GERAK

Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya.

Secara umum cedera pada alat gerak dapat berupa :
1. Patah tulang
2. Kepala sendi atau ujung tulang keluar dari sendi (cerai sendi, dislokasi).
3. Otot atau sambungan ototnya teregang melebihi batas normal (terkilir otot, strain).
4. Robek atau putusnya jaringan ikat disekitar sendi (terkilir sendi, sprain).

PATAH TULANG

Patah tulang ialah terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja.

Penyebab
Kekerasan dari luar misalnya : terpukul, terkena benda keras, tertembak, terjatuh dan sebagainya.

Gejala dan tanda
1.Terjadi perubahan bentuk pada bagian tubuh yang patah.
2. Daerah yang patah nyeri dan kaku pada saat ditekan.
3. Bagian yang patah membengkak, memar/perubahan warna.
4.Bagian yang patah mengalami gangguan fungsi gerak/sukar digerakkan.
5.Terdengar suara berderik (krepitasi tulang)

Jenis patah tulang :
1. Patah tulang tertutup :
Tidak ada luka, permukaan kulit tidak rusak/masih utuh, sehingga bagian tulang yang patah tidak berhubungan dengan udara.
2. Patah tulang terbuka :
Ada luka, permukaan kulit diatas/dekat dengan bagian yang patah rusak, sehingga bagian tulang yang patah brhubungan dengan udara. Akan tetapi tulang yang patah tidak selalu terlihat atau menonjol keluar.
Patah tulang terbuka memerlukan pertolongan yang lebih cepat karena adanya risiko terjadinya faktor penyulit yaitu infeksi yang cukup besar.

URAI / CERAI SENDI (DISLOKASI)

Pengertian
Keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi atau keluarnya ujung tulang dari sendinya.

Penyebab
Karena sendi teregang melebihi batas normal.

Gejala dan Tanda
Secara umum berupa gejala dan tanda patah tulang yang terbatas pada daerah sendi.

TERKILIR / KESELEO

Terkilir/keseleo ada 2 macam :
A. Terkilir sendi (sprain)
Robeknya/putusnya jaringan ikat sekitar sendi karena sendi teregang melebihi batas normal.
Penyebab :
Terpeleset, gerakan yang salah, sehingga menyebabkan sendi teregang melampui gerakan normal.
Gejala dan tanda :
Nyeri, bengkak, warna kulit merah kebiruan.
B. Terkilir otot (strain)
Robeknya jaringan otot pada bagian tendon (ekor otot), karena teregang melebihi batas normal.
Penyebab :
Terjadi karena pembebanan secara tiba-tiba pada otot tertentu.
Gejala dan Tanda :
1. Nyeri yang tajam dan mendadak pada daerah otot tertentu.
2. Nyeri menyebar leluar dengan dengan kejang atau kaku otot.
3. Bengkak pada daerah cedera.

Penanganan terkilir :
1. Letakkan penderita dalam posisi yang nyaman, istirahatkan bagian yang cedera.
2. Tinggikan daerah yancedera.
3. Beri kompres dingin, maksimum selama 30 menit, ulangi setiap jam bila perlu.
4. Balut tekan dan tetap tinggikan.
5. Bila ragu rawat sebagai patah tulang,
6. Rujuk ke fasilitas kesehatan.

PEMBIDAIAN

Upaya untuk menstabilkan dan mengistirahatkan (imobilisasi) bagian yang cedera.

Tujuan pembidaian
1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
2. Mengurangi terjadinya cedera baru di sekitar bagian tulang yang patah.
3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah.
4. Mengurangi rasa nyeri.
5. Mempercepat penyembuhan.

Pedoman umum pembidaian
1. Sedapat mungkin informasikan rencana tindakan kapada penderita.
2. Selalu buka/bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum dibidai.
3. Nilai gerakan-sensasi-sirkulasi (GSS) pada bagian distal cedera.
4. Siapkan alat-alat selengkapnya.
5. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ditemukan.
6. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
7. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah.
8. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
9. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendiatas dari tulang yang patah.
10.Selesai dilakukan pembidaian lakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan pemeriksaan GSS yang pertama.

Pertolongan cedera alat gerak
1. Lakukan penilaian dini.
2. Lakukan pemeriksaan.
3. Stabilkan bagian yang patah secara manual, pegang sisi sebelah atas dan sebelah bawah cedera.
4. Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada.
5. Lakukan pembidaian.
6. Kurangi rasa sakit
- Istirahatkan bagian yang cedera.
- Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup).
7. Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.

MENOLONG BEBERAPA MACAM CEDERA ALAT GERAK

Patah tulang lengan atas
Pertolongan :
1. Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menghadap ke dalam.
2. Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah.
3. Lengan bawah di gendong.
5. Rujuk ke fasilitas kesehatan.

Ukuran Bidai :
1. BL, bahu – siku.
2. BD, ketiak – lip. Siku.
Jumlah ikatan :
Dua buah ikatan dan
Satu buah untuk meng-
Gendong.

Patah tulang lengan bawah
Pertolongan :
1. Letakkan tangan pada dada.
2. Pasang bidai dari siku sampai tangan.
3. Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah.
4. Lengan digendong.
5. Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Ukuran bidai :
1. BL, siku – ujung jari.
2. BD, lip.siku –ujungjari
Jumlah ikatan
2 buah untuk mengikat
1 buah untuk meng-
gendong.

Patah tulang tungkai bawah
1. Siapkan pembalut secukupnya untuk mengikat bidai.
2. Sebaiknya pasang dua bidai sebelah dalam dan luar.
3. Bidai mulai dari lipat paha sampai sedikit melebihi telapak kaki.
2. Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Ukuran Bidai
1. BL, pinggang - telapak
kaki.
2. BD, lipat paha -telapak
kaki.
Jumlah Ikatan
4-5 buah mitela

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar