YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 29 Juli 2010

NARASI KEGIATAN DEMO PERTOLONGAN PERTAMA

1. Palang Merah Remaja Unit SMP Negeri 18 Bogor menampilkan Demonstrasi Pertolongan Pertama, Dengan thema SIAGA PERTOLONGAN TERHADAP KORBAN BENCANA.
Peragaan yang akan kami tampilkan berupa :
a. Pembuatan tanda darurat dalam keadaan mata tertutup
b. Evakuasi korban
c. Pengungsiaan dan dapur umum
d. Triase, yaitu pencarian korban dan pertolongan berdasarkan prioritas tingkat bahaya
e. Dan Pertolongan Pertama

2. Kini kita tampilkan demonstrasi PEMBUATAN TANDU DARURAT DENGAN KEADAAN MATA TERTUTUP.
Tandu darurat merupan bentuk tandu improvisasi yang siap digunakan dengan mengunakan bahan yang tersedia dalam keadaan darurat.
Tandu darurat dibuat dari 2 batang bambu dengan panjang 225 centimeter, dua batang bambu anak tandu panjang 70 centi meter, Tambang besar sepanjang 20 meter dan dua utas tambang kecil dengan panjang 7 meter.
Pembuatan tandu kami peragakan dalam keadaan mata tertutup, dengan tujuan bila dalam keadaan yang sulit seperti malam tanpa ada penerangan bila pertolongan dibutuhkan selalu siap sedia.

3. Pagi itu mentari bersinar cerah, menyingkirkan sisa-sisa embun. Desa Sukadamai pada hari itu berjalan sebagaimana biasanya. Kehidupan desa begitu tentram dan damai. Para petani melaksankan aktivitas sebagaimana biasanya. Bekerja dengan penuh semangat serta riang gembira saat menjelang memetik hasil jerih payah…..ya sebentar lagi di desa Sukadamai itu akan melaksanakan Panen Raya.
Acara Panen raya kali ini akan dihadiri oleh para pejabat, karena desa Sukadamai merupakan Desa percontohan yang berhasil dalam berbagai bidang terutama pertanian. Para Aparat desa, dari mulai kepala desa dan aparat desa beserta penduduk, sibuk mempersiapkan acara panen raya tersebut.
Anak-anak, sebagai mana biasanya bermain dengan riang gembira. Terlebih sebentar lagi mereka akan membantu para orang tua mereka untuk memanen hasil pertanian desa Sukadamai.






4. Namun, tiba-tiba suasana desa yang damai, tentram berubah penduduk menjadi panik, kacau balau, mencekam rasa ketakutan. Tanpa dikira, …………….manusia hanya berencana…………………….alam, ya alam berkehendak lain. Bencana…….bencana……bencana siap mengkoyak-koyak kebahagian penduduk tanpa ada peringatan……. Atau manusia yang tidak peka terhadap isyarat alam. Bencana……bencana….. gunung meletus …… yang siap meratakan pertanian, …ternak…., rumah…… penduduk dan semua yang berada dipermukaan bumi dengan lahar panas yang akan meratakannya.
Kebahagiaan yang akan dijelang,tinggal suatu angan …..bagai terbangun dari mimpi indah……Bencana Gunung meletus mengubur kebahagian penduduk suka damai. Jerit kesakitan……..teriak ketakutan………tangisan dan jerit pilu bergema disetiap sudut desa mengiringi kepanikan akan maut yang mengancam……. tangisan anak-anak yang mencari orang tuanya yang tidak ditemukan………Teriakan ibu-ibu mencari anak-anaknya yang terpisah.
Korban tewas dan luka-luka bergelimpangan di mana-mana.
Semua berharap pertolongan segera datang. Untuk meringankan penderitaan yang mendera
Bencana membawa kepedihan, kesedihan hancurnya sebuah harapan dan rencana.

5. Dalam keputus-asaan, penduduk berharap akan datangnya pertolongan.
Akhirnya tiba juga pertolongan. Para Anggota Palang Merah Siaga memberikan pertolongan, dalam keadaan yang sangat dibutuhkan. Mereka siap siaga menolong sesama manusia dengan penuh kasih tanpa membedakan kaya-miskin, tua-muda, laki-laki-perempuan, atau perbedaan apapu….ssemua yang membutuhkan pertolongan harus ditolong

6. Sesuai dengan prinsip pertolongan Palang Merah, yang utama ditolong adalan manusianya. Bergerak sekelompok anggota Palang Merah melakukan tugas dalam bentuk TRIASE, yaitu bentuk pencarian korban dengan memberikan pelabelan pada setiap korban. Label diberikan untuk memudahkan para penolong memberikan pertolongan berdasarkan prioritas ancaman bahaya. Dalam triase digunakan :
a. Label warna Hijau untuk korban dengan luka ringan,
b. Label warna Kuning untuk korban dengan luka berat
c. Label warna Merah untuk korban dengan luka yang sangat berat yang harus segera ditolong
d. Dan Label warna Hitam untuk korban yang meninggal atau tidak memungkinkan untuk diselamatkan
Berdasarkan prioritas pertolongan dimulai dari korban yang berlabel merah, kemudian kuning, selanjutnya hijau dan terakhir hitam.

PEMBERI BANTUAN kepada sesama manusia korban bencana adalah salah satu tugas yang penting dari Palang Merah. Akibat terjadinya bencana alam sering menimbulkan kerugian selain jiwa juga harta benda, sehingga para korban mendapat kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya terutama dalam pengadaan pangan. Untuk membantu meringankan penderitaan korban bencana, Palang Merah memberikan bantuan berupa DAPUR UMUM.
Dapur umum PMI adalah dapur umum lapangan yang menyediaakan makanan sederhana tapi layak, hiegenis dan cukup bergizi, untuk didistribusikan kepada yang memerlukan dalam waktu yang cepat dan tepat. Petugas Dapur Umum lapangan satu regu terdiri dari seorang kepala regu, seorang wakil kepala regu, seorang petugas tata usaha, seorang petugas logistik, seorang petugas memasak,dan seorang petugas pendistribusian. Satu regu dapur umum dapat mengelola satu unit DU dengan kapasitas maksimal 500 orang aatau 100 kepala keluarga.

Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada korban penderita sakit atau cedera yangnmemerlukan penanganan medis dasar. Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba DI TEMPAT KEJADIAN, YANG MEMILIKI KEMAMPUAN DAN TERLATIH DALAM PENANGANAN MEDIS DASAR.
Tujuan pertolongan pertama adalah menyelematkan jiwa penderita, mencegah cacat dan infeksi, memberikan rasa nyaman, mengurangi rasa sakit atau penderitaan dan menunjang proses penyembuhan.
Dalam melakukan pertolongan pertama harus melalui tahapan-tahapan secara berurutan dan teratur yang itu dengan langkah-kangkah sebagai berikut :
1. Penilaian keadaan, Yng bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi. Kgiatan ini juga berupaya mencari keselamatan bagi penolong maupun yang ditolong
2. Penilaian dini. Merupakan tahap penting dalam melakukan pertolongan agar kegiatan pertolongan dapat dilakukan secara tepat, cepat dan sederhana. Langkah-langkah penilaian dini meliputi pemeriksaan keadaan umum korban dengan memerikasa kesadaran, pernapasan, dan cedera yang diderita.
3. Pemeriksaan pisisk. Merupakan penilaian yang terarah bertujuan agar penolong dapat melakukan penatalaksanaan yang sesuai dengan keadaan. Pemeriksaanpisik dilakukan dengan penglihatan (inspeksi), Perabaan (palpasi) dan pendengaran (auskultasi). Dilakukan pemeriksaan berurut dati bulai ujung kepala hingga ujung kaki.
4. Riwayat penderita, untuk mengetahui keadaan penderita agar dapat dilkukan tindak lanjut pengobatan. Riwayat penderita diketahui melalui wawancara baik dengan penderita, keluarga atau saksi mata.
5. Pemeriksaan berkala, dan
6. Pelaporan
Pemeriksaan berkala dan pelaporanm sudah bukan lagi tanggung jawab penolong dalam kegiatan pertolongan pertama,melainkan merupakan tugas dari pertolongan medis.

EVAKUASI merupakan suatu tindakan memindahkan korban dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman. Tindakan evakuasi dengan melakukan tindakan pengangkutan korban, merupakan upaya penting dalam pemberian pertolongan. Cara pengangkutan korban yang benar perlu diketahui dan ketrampilan mengangkut korban. Pengangkutan dapat dikelompokkan dengan dua upaya yaitu :
1) Pengangkutan sebelum diberikan pertolongan pertama
2) Pengangkutan setelah diberikan pertolongan pertama
Pengankutan dsapat dilakukan dengan cara bibopong, dipondong, ditopang dan menggunakan alat berupa tandu darurat.

Pengangkutan dengan menggunakan tandu dilakukan oleh empat orang pengusung dan satu orang sebagai leader atau pencari jalan. Posisi Pengankutan dengan cara :
1. Posisi tandu di pundak ………………….inilah pengankutan tandu dipundak
2. Posisi tandu di lengan………………….inilah pengankutan tandu di lengan
3. Posisi silang, ………………….inilah pengankutan tandu posisi silang. posisi silang dilakukan bila medan perjalanan berupa jalan sempit misalnya pematang sawah atau menyeberangi sungai.
MELALUI KEGIATAN KEPALANGMERAHAN HATI KITA AKAN TERSENTUH OLEH PENDERITAAN SESAMA MANUSIA. MELALUI KEGIATAN KEPALANGMERAHAN KITA AKAN MENYAKSUKAN DARI DEKAT ARTI PENDERITAAN. DARI SINI HATI KITA AKAN TERDORONG UNTUK MENGURANGI PENDERITAAN SESAMA MANUSIA.
PALANG MERAH REMAJA (PMR) ADALAH ORGANISASI BAGIAN DARI PALANG MERAH INTERNASIONAL DAN NASIONAL, MELALUI PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER PMR DI SMP NEGERI 18 BOGOR KAMI KELUARGA BESAR PMR UNIT SMP NEGERI 18 BOGOR, MENGAJAK UNTUK BERGABUNG MEMPERDALAM ILMU PENGETAHUAN, KETRAMPILAN KEPALANG MERAHAN DAN BELAJAR UNTUK PEKA DAN PEDULI TERHADAP SESAMA MANUSIA TANPA MEMBEDAKAN PERBEDAAN YANG ADA. SEKALI LAGI KAMI MENGAJAK BERGABUNG DI SMP NEGERI 18 BOGOR INI MELALUI EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR)

KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS PERHATINNYA, SEMOGA APA YANG KAMI TAMPILKAN ADA MANFAATNYA, TERUTAMA TERKETUK UNTUK SELALU PEDULI TERHADAP SESAMA MANUSIA TERLEBIH LAGI YANG SEDANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN. KAMI MOHON MAAF BILA ADA KESALAH DARI PENAMPILAN INI. SELAMAT DATANG SISWA SMP NEGERI 18 BOGOR KELAS 7 YANG BARU DAN SELAMAT BERGABUNG DI PMR UNIT SMP NEGERI 18 BOGOR.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar