Dinamis, kreatif, kekeluargaan

Loading...

YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 29 Juli 2010

PENILAIAN KEADAAN & PENILAIAN DINI

Penolong tidak dapat melakukan pertolongan dengan baik sampai masalah yang dialami penderita baik berupa suatu ruda paksa (trauma) atau penyakit (medis) sudah ditemukan dan dimengerti.

Langkah-langkah penilaian adalah sebagai berikut :
1. Penilaian keadaan.
2. Penilaian Dini.
3. Pemeriksaan Fisik.
4. Riwayat Penderita.
5. Pemeriksaan Berkala atau Lanjut.
6. Pelaporan.

Tiba Di Lokasi
Pada saat tiba di lokasi kejadian, penolong harus :
1. Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang sekitar.
2. Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan :
- Nama penolong
- Nama organisasi
- Permintaan izin untuk menolong dari penderita/orang.
3. Menentukan keadaan umum kejadian (mekanisme cedera) dan mulai melakukan penilaian dini dari penderita.
4. Mengenali dan mengatasi gangguan/cedera yang mengancam nyawa.
5. Stabilkan penderita dan teruskan pemantuan.
6. Minta bantuan.

PENILAIAN DINI

Ini merupakan tahap penting dari proses penilaian. Pada tahap ini penolong harus mengenali dan mengatasi keadaan yang dapat mengancam nyawa penderita dengan cara yang tepat, cepat, dan sederhana.

Langkah-langkah penilaian dini

a. Kesan umum :
Kasus trauma : adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu ruda-paksa yang mempunyai tanda-tanda yang jelas terlihat dan teraba.
Misalnya : perdarahan, patah tulang, penurunan kesadaran.

Kasus medis :
adalah kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda-paksa. Pada
kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari riwayat gangguannya.

b. Memeriksa respon
Untuk menentukan tingkat respon seorang penderita berdasarkan rangsangan yang dibrikan penolong, dikenal ada 4 tingkatan yaitu.Awas, Suara, Nyeri, Tidak respon (ASNT).

A = Awas
Penderita sadar dan mengenali keberadaan, lingkungannya serta waktu
S = Suara
Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.
Contoh : diberi tepukan, panggilan.
N = Nyeri
Penderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya : dicubit, tekanan pada titik tulang dada.
T = Tidak respon
Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan oleh penolong.

c. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik

Pastikan jalan napas penderita terbuka dan bersih. Bila penderita tidak menderita atau tidak ada kecurigaan cedera spinal, gunakan teknik angkat dagu-tekan dahi. Sebaliknya bila ada kecurigaan maka gunakan teknik perasat pendorongan rahang bawah.

d. Menilai pernapasan
Periksa ada tidaknya napas dengan cara lihat, dengar dan rasakan, nilai selama 3-5 detik. Bila ternyata penderita tidak bernapas maka segera lakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru.

e. Menilai sirkulasi dan menghentikan perdarahan berat

f. Hubungi bantuan
Penilaian dini harus diselesaikan dan semua keadaan yang mengancam nyawa sudah harus ditanggulangi sebelum melanjutkan pemeriksaan fisik.

PEMERIKSAAN FISIK

Prinsip pemeriksaan fisik menyeluruh penderita :
a. Pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan yang meliputi seluruh tubuh penderita.
b. Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis dan berurutan, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Tindakan ini melibatkan pancaindera kita berupa :
1. Penglihatan (inspeksi)
2. Perabaan (palpasi)
3. Pendengaran (auskultasi)

Pada penderita cedera, harus dicari adanya :
1. Perubahan bentuk (P)
2. Luka terbuka (L)
3. Nyeri tekan (N)
4. Bengkak (B)
Ingat akronim : P.L.N.B

Pemeriksaan fisik harus dilakukan dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki dengan teliti.
1. Kepala
2. Leher
3. Dada
4. Perut
5. Punggung
6. Panggul
7. Anggota gerak bawah dan atas

TANDA FITAL

Parameter yang dikelompokkan dalam tanda vital adalah :

Denyut Nadi Normal :
Bayi : 120 – 150 x/menit
Anak : 80 - 150 x/menit
Dewasa : 60 - 90 x/menit

Frekuensi Pernapasan Normal :
Bayi : 25 – 50 x/menit
Anak : 15 – 30 x/menit
Dewasa : 12 – 20 x/menit

Suhu Tubuh Normal : 37’C

Tekanan Darah Normal : (dewasa)
Sistolik : 100 – 140 mmHg
Diastolik : 60 - 90 mmHg

Kulit :
- Lembab, kering, berkeringat (kondisi kulit)
- Biru, pucat, merah, kuning, biru kehitaman (warna kulit)

Pemeriksaan denyut nadi
Dapat diperiksa di :
a. Leher (Arteri Karotis)
b. Lengan atas (Arteri Brakialis)
c. Pergelangan tangan (Arteri Radialis)
d. Lipat Paha (Arteri femoralis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar