YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 29 Juli 2010

Pertolongan Pertama Pada Anak

1. Demam
Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari sebuah penyakit. Demam adalah salah satu kondisi yang kerap menimpa anak-anak.
Segera ukur dengan termometer setiap kali anak demam. Sekitar 30-50 persen demam disebabkan oleh infeksi. Yang terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam berdarah dengue, dan demam tifoid. Waspada bila suhu lebih dari 41 derajat Celcius, karena bisa merusak jaringan pada susunan syaraf pusat (otak).

Tindakan yang dilakukan tergantung jenis panasnya. Batas toleransi suhu tubuh pada anak 38 derajat Celcius. Langkah awal adalah beri obat penurun panas, sambil dicari penyebab terjadinya demam. Kenakan baju longgar dan menyerap keringat agar anak tak kegerakan, dan tempatkan di ruangan bersirkulasi udara baik. Jika panas tinggi bisa dibantu dengan kompres air hangat di daerah kepala, ketiak, dan selangkangan.

Seandainya panasnya turun tak perlu dibawa ke dokter, mungkin saja hanya flu biasa karena faktor lingkungan atau suhu. Beri makan dan minum yang cukup. Bawa ke dokter jika demam tak reda setelah 3 hari diobati sendiri. Untuk anak yang punya bakat kejang, jangan ditunda. Segera bawa si kecil ke dokter begitu suhu melewati batas normal.

2. Flu, Batuk, Pilek
Batuk pilek adalah penyakit langganan musim penghujan dan pancaroba. Batuk yang disebabkan infeksi virus semisal flu, bisa sembuh sendiri dalam 3 hingga 5 hari. Yang paling penting beri makan dan minum yang cukup. Jangan diberi makanan dan miuman yang merangsang timbulnya batuk. Misalnya, cokelat, mi instant, es.

Pemberian obat batuk bebas disesuaikan dengan jenis batuknya. Untuk batuk tak berlendir diberi obat yang bersifat menahan batuk (antitusif). Batuk berlendir diberi obat batuk khusus untuk berlendir. Jika batuk tak reda setelah 3 hari diobati sendiri, segera bawa ke dokter.

Sementara ciri-ciri flu adalah suhu tubuh meninggi, badan terasa lemas, dan sakit kepala. Lalu, keluar ingus jernih yang lama-lama mengental dari hidung. Penyakit ini sangat cepat menular melalui udara. Jika kondisi anak sedang tak sehat, gampang sekali tertular. Tetap berikan makan dan minum air hangat yang cukup, banyak istirahat. Jika tak sembuh juga, bawa ke dokter.

Usahakan untuk tetap memberi si kecil banyak minum. Beri air putih hangat, susu, atau jus buah. Jika hidungnya tersumbat bantu dengan menghirup uap air hangat dari baskom.

3. Kejang
Ada banyak jenis kejang. Yang berlangsung singkat disebut kejang sederhana, sedangkan yang berlangsung sekitar 15 menit disebut kejang demam kompleks. Penyebabnya beragam, diantaranya karena ayan (epilepsi), kejang otot/kram, atau kejang karena demam.

Kejang karena epilepsi muncul ketika terjadi serangan. Jika si kecil mengidap epilepsi, hindarkan dari pencetus serangan, semisal gangguan emosional (stres, tegang, cemas), cahaya berkedip-kedip. Jika kejang muncul, usahakan si sakit mendapat udara bebas, sambil berusaha menghentikan kejangnya, karena kejang bisa merusak sel-sel otak.

Ganjal mulut anak dengan sendok yang dibungkus kain, karena kondisi kejang membuat si sakit tidak sadarkan diri sehingga lidahnya "jatuh". Lalu, baringkan anak di tempat tidur. Yang penting aliran udara bisa bebas tidak ada beban. Orangtua yang punya anak kerap kejang biasanya sudah menyediakan obat yang dimasukkan ke dubur.

Jika anak punya "bakat" kejang demam, yaitu kejang pada anak usia 3 bulan - 5 tahun yang bukan disebabkan kelainan di kepala atau lainnya, waspada saat suhu tubuh si kecil naik melebihi 38 derajat Celcius.

4. Diare dan muntah
Diare adalah keluarnya kotoran encer yang lebih sering dari biasanya. Dalam sehari bisa mencret 3 kali atau lebih dan kotorannya tidak berbentuk alias cair. Malah, bisa berupa cairan yang berlendir atau ada darahnya. Bisa disertai dengan muntah, tak mau minum, lemas, mata tampak cekung.

Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan syok, bahkan meninggal dunia. "Pertolongan pertama biasanya menggantikan cairan yang sudah keluar dengan memberi oralit untuk anak. Komposisi oralit tersebut sama dengan cairan yang keluar akibat diare.

Jika tak punya persediaan oralit di rumah, cairan bisa diganti dengan larutan gula garam, yang terdiri dari 1 sendok teh gula dan 0,5 sendok teh garam dengan segelas air. Jika anak emoh minum oralit atau campuran gula garam, beri dia kuah sayuran, air putih, atau kaldu.

Jika diarenya mengandung darah, segera bawa ke dokter. Begitu pula jika diare tak sembuh dalam 3 hari. "Bawa juga ke dokter jika muntahnya terus berlanjut, dan dikasih cairan infus."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar