YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 29 Juli 2010

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

Bantuan Hidup Dasar digunakan bila terjadi sumbatan jalan napas, tidak menemukan adanya napas dan atau tidak ada nadi.

MATI

Dalam istilah kedokteran dikenal dua istilah untuk mati, mati klinis dan mati biologis.

Mati Klinis
Tidak ditemukan adanya pernapasan dan denyut nadi. Mati klinis dapat reversible. Penderita mempunyai kesempatan waktu selama 4-6 menit untuk dilakukan resusitasi tanpa kerusakan otak.

Mati Biologis
Kematian sel dimulai terutama sel otak dan bersifat irreversible, biasa terjadi dalam waktu 8-10 menit dari henti jantung.
Tanda-tanda mati :
- Lebam mayat, kaku mayat, pembusukan, flek-flek hitam.

Untuk memudahkan pelaksanaannya maka digunakan akronim A – B – C yang berlaku universal.

AIRWAY CONTROL (Penguasaan Jalan Napas)

Lidah paling sering menyebkan sumbatan jalan napas pada kasus-kasus penderita tidak ada respon, karena pada saat penderita kehilangan kesadaran, otot-otot akan menjadi lemas, termasuk otot dasar lidah yang akan jatuh kebelakang sehingga jalan napas menjadi tertutup.

Beberapa cara yang dikenal dan sering dilakukan untuk membebaskan jalan napas :
a. Angkat dagu-tekan dahi
Teknik ini dilakukan pada penderita yang tidak mengalami trauma pada kepala, leher maupun tulang belakang.
Caranya :
1. Letakkan tangan anda pada dahi penderita. Gunakan tangan yang paling dekat dengan kepala penderita.
2. Tekan dahi sedikit mengarah ke belakang dengan telapak tangan sampai kepala penderita terdorong kebelakang.
3. Letakkan ujung jari tangan yang lainnya di bawah bagian ujung tulang rahang bawah
4. Pertahankan tangan di dahi penderita untuk menjaga posisi kepala tetap kebelakang.

b. Perasat pendorongan rahang bawah (Jaw Thrust maneuver)
Teknik ini digunakan sebagai pengganti teknik tekan dahi angkat dagu. Teknik ini digunakan untuk membuka jalan napas bagi penderita yang mengalami trauma pada tulang belakang.
Caranya :
1. Berlutut disisi atas kepala penderita, letakkan kedua siku penolong sejajar dengan posisi penderita, kedua tangan memegang sisi kepala.
2. Kedua sisi rahang bawah dipegang (jika pasien anak atau bayi, gunakan dua atau tiga jari pada sisi rahang bawah).
3. Gunakan kedua tangan untuk menggerakkan rahang bawah ke posisi depan secara perlahan. Gerakan ini mendorong lidah keatas sehingga jalan napas terbuka.
4. Pertahankan posisi mulut penderita tetap terbuka.

Pemeriksaan Jalan napas

Setelah memastikan jalan napas terbuka maka jalan napas harus diperiksa. Jalan napas yang terbuka dengan baik dan bersih sangat diperlukan untuk pernapasan adekuat.
Caranya :
1. Berlututlah dekat penderita
2. Silangkan ibu jari dan telunjuk penolong.
3. Letakkan ibu jari pada gigi seri bawah penderita dan telunjuk pada gigi seri atas.
4. Lakukan gerakan seperti menggunting untuk membuka mulut penderita.
5. Periksa mulut setelah terbuka apakah ada cairan, benda padat, termasuk patahan gigi atau gigi palsu yang terlepas, yang mungkin dapat menyumbat jalan napas.
6. Terakhir dengarkan suara napas tambahan yang merupakan petunjuk adanya sumbatan. (misalnya mengorok, kumur, suara frekuensi tinggi, suara seperti tercekik)

Posisi Pemulihan

Bila penderita dapat bernapas dengan baik dan tidak ada kecurigaan adanya cedera leher, tulang punggung atau cedera lain yang dapat bertambah parah akibat tindakan ini maka letakkan posisi pemulihan atau juga dikenal istilah posisi miring stabil. Posisi ini diharapakan akan mencegah terjadinya sumbatan dan jika ada cairan maka cairan tersebut akan mengalir melalui mulut dan tidak masuk ke dalam saluran napas.
Caranya :
1. Letakkan lengan kiri penderita diatas kepalanya. Lalu silangkan tungkai kanan penderita diatas tungkai kiri.
2. Jaga bagian wajah penderita dan raihlah bahu kanannya..
3. Balikkan penderita ke arah penolong, lalu letakkan tangan kanannya di bagian muka. Bila mungkin balikkan tubuh secara bersama-sama jangan sampai penderita menjadi terpuntir.
4. Tekuk bagian lutut tungkai yang berada disebelah atas.

SUMBATAN JALAN NAPAS

Secara umum sumbatan jalan napas dapat terjadi baik pada jalan napas bagian atas atau jalan napas bagian bawah. Jalan napas bagian atas meliputi mulut dan hidung sampai ke bagian larings. Bronkus dan lanjutannya tergolong jalan napas bagian bawah, sumbatan pada bagian ini biasanya akibat benda asing yang terhirup atau spasme saluran napas.
Sumbatan jalan napas pada orang sadar umumnya karena makanan, sedangkan pada orang yang tidak ada respon adalah lidah yang jatuh ke belakang.

Khusus untuk mengatasi sumbatan total dikenal adanya perasat Heimlich (Heimlich maneuver). Perasat ini dapat dilakukan pada dewasa dan anak. Perasat ini pada dasarnya adalah hentakan perut, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan beberapa variasi dari perasat ini.

Perasat Heimlich :
a. Hentakan perut pada penderita dewasa dan anak, ada respon.
1. Penolong berdiri di belakang penderit, posisikan tangan penolong memeluk diatas perut penderita melalui ketiak penderita.
2. Sisi genggaman tangan penolong diletakkandi atas perut penderita tepat pada pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan.
3. Letakkan tangan lain penolong diatas genggaman pertama, lalu hentakan tangan penolong kearah kearah belakang dan atas, posisi kedua siku penolong kearah luar, lakukan hentakan sambil meminta penderita membantu memuntahkannya.
4. Lakukan berulang-ulang sampai berhasil atau penderita menjadi tidak respon.

b. Hentakan perut-pada penderita dewasa dan anak, tidak ada respon.
1. Baringkan penderita dalam posisi terlentang.
2. Upayakan memberikan bantuan pernapasan, bila gagal upayakan perbaikan posisi dan coba ulangi pemberian napas buatan. Bila gagal lakukan langkah berikut :
3. Berlututlah demikian rupa sehingga pada penderita diapit oleh lutut penolong lalu tempatkan tumit tangan sedikit diatas pusat tepat pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kanan.
4. Lakukan 5 kali hentakan perut kearah atas.
5. Periksamulut penderita dan lakukan sapuan jari. Bilaperlu dapat dilakukan penarikan rahang bawah. Ingat pada anak kecil dan bayi lakukan hanya bila bendanya terlihat.
6. Bila belum berhasil ulangi langkah 2-5 berulang-ulang sampai jalan napas terbuka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar