Dinamis, kreatif, kekeluargaan

Loading...

YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Minggu, 18 April 2010

MANAJEMEN PMR

PENGERTIAN
Manajemen PMR merupakan proses pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI agar dapat mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI

TUJUAN :

Membangun dan mengembangkan karakter PMR yang berpedoman pada Prinsip Kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan
Melaksankan Tri Bakti PMRTri PMR

Meningkatkan keterampilan hidup sehat --> Bersih, Sehat

Berkarya dan Berbakti di Masyarakat ==>Kepemimpinan,peduli,kreatif,kerjasama

Mempererat persahabatan nasional dan internasional ==> Bersahabat, ceria

Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota
remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.Terdapat di PMI cabang diseluruh
Indonesia, dengan anggota lebih dari 3 juta orang, anggota PMR merupakan salah
satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang
kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan
kapasitas organisasi PMI.

PALANG MERAH REMAJA
Kebijakan PMI dan Federasi tentang Remaja bahwa :
- Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan
kepalangmerahan
- Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan
- Remaja berperan penting dalam: perencanaan,pelaksanaan kegiatan, dan proses
pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI
- Remaja adalah kader relawan
- Remaja calon pemimpin Palang Merah masa depan

Perekrutan adalah peningkatan jumlah anggota dan kelompok PMR. Melalui proses promosi, pendaftaran, dan wawancara, maka perekrutan memberitahukan remaja bahwa
dengan bergabung dengan PMI, mereka dapat melakukan sesuatu yang memang mereka ingin lakukan

Perekrutan dilakukan minimal setahun sekali pada bulan Juli – Agustus, sebagai Bulan Perekrutan Nasional sekaligus memperingati Hari Remaja Internasional dan Hari PMR
(12 Agustus)

PROSES PEREKRUTAN :
1. Promosi
Kreatif menggali ide untuk menarik minat sebanyak mungkin remaja bergabung dengan PMI. Siapa sasaran promosi (remaja, orang tua, sekolah, diknas, instansi, dll.)? Mengapa remaja tertarik dengan PMI? Dimana dan kapan PMI akan melakukan perekrutan? Bagaimana PMI membuat media dan melakukan promosi? Pertanyaan-pertanyaan sederhana mengawali perencanaan dan pelaksanaan promosi perekrutan.

2. Kontak personal
Merekrut anggota PMR melalui orang-orang yang telah kita kenal, misal staf, relawan, tetangga, teman, bahkan mereka yang telah menjadi anggota PMR. Ajaklah mereka merekrut remaja bergabung dengan PMI. Jadikanlah mereka sebagai orang-orang yang bisa dihubungi oleh Media massa, Televisi, radio, koran, dan masih banyak lagi jenisnya. Bekerjasamalah dengan media massa untuk memuat iklan, cerita, atau berita yang menarik minat remaja untuk bergabung dengan PMI. Tentu saja media massa dengan
sasaran remaja merupakan prioritas, dan cara ini dilakukan secara berkala, misal seminggu sekali, sebulan sekali. Lebih sering pemuatan berita, masyarakat akan semakin tahu dan tertarik. Berpromosilah setiap saat, jangan hanya sesaat atau menjelang perekrutan.

3. Publikasi
Publikasi sirkulasi khusus Majalah atau tabloid milik PMI, sekolah, maupun
instansi. Secara rutin kirimkan artikel, foto, press release tentang kegiatan PMI dan apa yang telah dilakukan anggota PMR.

4. Surat
Selebaran, surat dapat menjadi alternatif promosi.

5. Teknologi modern
Website, email, mailing list dapat digunakan sebagai cara promosi

6. Presentasi
Siapa yang paling tahu kondisi dan kebutuhan remaja disuatu lingkungan? Berbicaralah dengan pihak-pihak pengambil kebijakan (misal: kepala dinas pendidikan, departemen agama, pemuka agama dan masyarakat, pimpinan sekolah, serta mereka yang mempunyai hubungan terdekat dengan remaja misal guru, orang tua, dan sesama remaja. Mintalah waktu kepada sekolah, dinas pendidikan, kelompok masyarakat, pada saat pertemuan orang tua siswa, pertemuan kelompok-kelompok remaja, MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk
mempresentasikan kegiatan PMI, termasuk apa peran anggota PMR, manfaat apa yang didapat jika bergabung dengan PMI, dan bagaimana PMI memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap kerelawanan mereka.

7. Pameran
PMI dapat menyelenggarakan pameran, atau bergabung dengan acara pameran yang diselenggarakan oleh pihak lain. Berkreasilah agar pengunjung pameran tertarik
dan kemudian mau bergabung menjadi anggota PMR. Pemutaran film, majalah dinding, pementasan drama atau seni, poster, leaflet, foto, banner sangat mendukung penyampaian pesan.
8. Kegiatan Kepalangmerahan
Anggota PMR mengadakan kegiatan kepalangmerahan dengan melibatkan remaja atau sekolah yang belum mempunyai PMR sehingga menarik minat mereka untuk bergabung menjadi anggota PMR. Proses ini merupakan peran PMR dalam membantu PMI Cabang melakukan promosi, publikasi, dan advokasi

Perekrutan unit PMR
èUnit PMR adalah sekolah, instansi, kelompok remaja yang
bersedia membentuk PMR
èPimpinan sekolah, instansi, kelompok remaja mengajukan
surat permohonan pembentukan unit PMR kepada PMI
Cabang
èPMI Cabang mengesahkan unit PMR setelah seluruh
persyaratan pembentukan unit PMR terpenuhi:
§ mempunyai jumlah calon anggota minimal 7 orang
§ mengirimkan surat pembentukan unit PMR
§ mengisi formulir pendaftaran pembentukan unit PMR
§ mempunyai penanggung jawab unit PMR
§ mempunyai pembina unit PMR, selanjutnya disebut pembina PMR
§ mempunyai struktur PMR
è PMI Cabang memberikan nomor unit PMR
è Pemberian nama unit PMR sekolah sesuai dengan nama sekolah, sedangkan diluar
sekolah diambil dari nama desa/kecamatan/organisasi remaja tersebut

Perekrutan anggota PMR
- Anggota PMR adalah remaja yang mendaftarkan sebagai anggota remaja PMI.
- Calon anggota PMR mengisi dan mengumpulkan kembali formulir pendaftaran kepada
pihak sekolah, instansi, atau kelompok remaja masing-masing
- Syarat pendaftaran calon anggota baru PMR §memenuhi syarat keanggotaan :
1. mengisi formulir pendaftaran calon anggota PMR
2. mengumpukan foto 2 x 3 sebanyak 4 lembar, untuk formulir pendaftaran, buku induk
unit PMR, buku sistem pendataan PMI Cabang, dan KTA (Kartu Tanda Anggota)
- Pembina PMR bersama dengan PMI Cabang melakukan pendataan
- Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan berdurasi 4 x 45 menit
dengan materi pengenalan PMI dan pengenalan PMR
- Pelantikan anggota PMR dilaksanakan oleh PMI Cabang
- Anggota PMR melaksanakan hak dan kewajiban:

* Hak :
- mendapatkan KTA
- mendapatkan pembinaan dan pengembangan dari PMI
- menyampaikan pendapat dalam forum pertemuan PMI melalui kegiatan atau rapat PMI
- mendapatkan pengakuan dan penghargaan berdasarkan prestasi

* Kewajiban :
- membayar iuran keanggotaan
- melaksanakan Tri Bakti PMR
- menjalankan dan membantu menyebarluaskan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
- mematuhi AD/ART PMI
- menjaga nama baik dan kehormatan PMI

Meteri Pelatihan PMR :

1. Gerakan
Sejarah, Lambang, kegiatan kepalngmerahan ,penyebarluasan 7 prinsip
2. Kepemimpinan
Bekerja sama, berkomunikasi, bersahabat,menjadi pendidik sebaya, memberikan
dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat
3. Pertolongan Pertama
Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan
rumah,menolong diri sendiri
4. Sanitasi dan Kesehatan
Merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan
lingkungan
5. Kesehatan Remaja
Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS
6. Kesiapsiagaan Bencana
Jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga
menghadapi bencana
7. Donor Darah
Kampanye donor darah, merekrut donor darah remaja, mempersiapkan diri menjadi
pedonor, mengadakan kegiatan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau
setelah kejadian bencana

PROSES PELATIHAN
Hubungi PMI Cabang untuk standarisasi Pelatihan, Kebutuhan Pelatihan dan Fasilitator
Pelatih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Fasilitator memfasilitasi anggota PMR memahami serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari
Menguatkan karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan ketrampilan
hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan trampil,
tetapi juga perlu memahami dan menerapkan yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan. Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Cabang maupun Unit PMR, sesuai
kurikulum yang telah ditetapkan. Waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan kalender
pendidikan, berintegrasi dengan kegiatan-kegiatan tertentu, maupun waktu-waktu yang telah disepakati bersama antara PMI Cabang, fasilitator/pelatih, dan anggota PMR.
Pada awal pelatihan seluruh anggota PMR akan mendapatkan informasi mengenai cakupan materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini pelatih maupun fasilitator mengidentifikasi anggota yang baru pertama bergabung dengan PMR, dan anggota yang melanjutkan keanggotaannya (misalnya dari anggota PMR Mula melanjutkan ke PMR Madya). Anggota yang baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan sejak awal, sedangkan yang melanjutkan keanggotaannya maka dapat dilibatkan sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Suatu sistem penghargaan, pengakuan, pemantauan, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan sikap dirancang dalam bentuk SyaratKecakapan PMR.

Hubungi PMI Cabang untuk standarisasi Pelatihan, Kebutuhan Pelatihan dan Fasilitator

Pelatih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Fasilitator memfasilitasi anggota PMR memahami serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari

Belajar yang Menyenangkan (Fun Learning)
Proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan rill, yang dihayati dengan penuh kegembiraan. Itu membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imaji tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi seorang anggota PMR.

Belajar dari Pengalaman (Learning by doing)
Untuk menjadi lebih paham dan mengerti, anggota PMR hanya perlu difasilitasi dalam
mempelajari sesuatu. Biar mereka mengamati, mengalami, merasakan dan memahami berbagai macam perbedaan. Biar mereka yang merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil kerja mereka.

Jaring Laba-laba (Spider Web )
Setiap materi dan kegiatan saling terkait. Ketika belajar siaga banjir,
maka akan belajar juga tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit akibat banjir (diare, demam, akibat terbentur benda keras, luka lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 Prinsip dan kepemimpinan jika memberikan
pertolongan, cara-cara menyelenggarakan aksi donor darah untuk korban banjir, belajar kandungan gizi yang tepat jika akan menyumbang bahan makanan,
bagaimana menyelenggarakan acara-acara untuk menghibur remaja dan anak korban bencana.

Pengakuan dan penghargaan bertujuan:
¦memotivasi PMR agar tetap bersama dengan PMI,
¦memberikan rasa bangga dan kesadaran akan kualitasnya bahwa meskipun masih remaja
mereka dapat berperan untuk kemanusiaan
¦meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen
¦meningkatkan kualitas kegiatan kepalangmerahan

Salah satu cara penghargaan dan pengakuan yang mudah, murah, tapi dapat dilakukan
setiap saat adalah ucapan “terima kasih” . Hal yang wajar dan penting u n t u k me n g h a r g a i d a n mengakui atas apa yang telah mereka berikan untuk PMI karena mereka adalah milik kita yang berharga.

MENGAKUI DAN MENGHARGAI, MAUKAH KITA?
A. INFORMAL :
Peranan pengurus, staf, pembina PMR, pelatih, dan fasilitator sangatlah penting dalam menyampaikan penghargaan dan pengakuan atas peran dan kegiatan PMR. Hal ini akan memberikan dampak yang besar dan sangat efektif karena kita bagian dari markas PMI dan yang berinteraksi dengan PMR.
Undangan dialog dan makan malam setahun sekali akan memberikan dampak yang berbeda. Beberapa cara penghargaan dan pengakuan secara informal:
Ucapan “terima kasih, yang disampaikan kepada anggota PMR, keluarga,
atau sekolahnya
(^_^)(^_^)(^_^) saat mereka datang
Memperkenalkan dengan pengurus PMI maupun staf lainnya
Melibatkan anggota PMR dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi kualitas hidup mereka
Menanyakan kabar keluarga, sekolah, hasil ujian, cita-cita mereka
Menununjukkan ketertarikan pada hal-hal diluar PMI yang ingin mereka bicarakan
Meyakinkan anggota PMR bahwa mereka akan mendapatkan informasi yang
mereka inginkan
Mengijinkan mereka mengembangkan kualitasnya Dengarkan, dengarkan mereka
Tanyakan Ide, pendapat mereka Berikan pujian, tidak hanya tentang hasil kegiatan mereka di PMI, tetapi juga sikapnya yang positif, prestasi sekolah yang mengalami peningkatan Mengirimkan ucapan terima kasih, penghargaan, kepada keluarga anggota PMR, atau sekolahnya
Mengirimkan ucapan selamat ulang tahun atau hari besar agama kepada anggota
PMR, atau merayakan ulang tahun mereka di PMI Olah raga bersama
Mengunjungi mereka saat mengadakan kegiatan
Memberikan kartu ucapan selamat bergabung di PMI

B. FORMAL

Hadiah, sertifikat, plakat, pin, uji syarat kecakapan, upacara di PMI atau Pemerintahan lokal, mengikutsertakan anggota PMR untuk pertukaran remaja dan
konferensi, merekomendasikan untuk terlibat dalam kegiatan dengan tanggungjawab yang
lebih besar, mengirimkan profil dan apa yang telah mereka lakukan untuk tugas-tugas
kemanusiaan ke majalah remaja, koran harian lokal, atau acaraacara khusus untuk penghargaan dan pengakuan anggota PMR merupakan cara formal yang dapat dilakukan.


PEMANTAUAN DAN EVALUASI

PMI harus mengetahui apakah anggota PMR telah melaksanakan hak dan kewajibanya dengan tepat, sedangkan anggota PMR juga perlu mengetahui apakah mereka telah melaksanakan tugas dengan baik. Pemantauan dan evaluasi adalah proses berkelanjutan dan melekat dikeseluruhan siklus.

Memerlukan waktu untuk memantau bagaimana mereka melakukan kegiatan, apa yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan menjawab kebutuhan mereka, merupakan sebagian dari tahapan pemantauan dan evaluasi, yang jika tidak dilakukan menunjukkan ketidakpedulian PMI terhadap kualitas anggota, kegiatan, dan Tri Bakti yang sedang dan telah dilakukan.

PANDUAN SINGKAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI
Tujuan
Mengukur pencapaian dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR, sehingga
menghasilkan usulan untuk perubahan atau perbaikan. Dibawah ini panduan
singkat dalam proses monitoring dan evaluasi.
Aspek pemantauan dan evaluasi
1. Perekrutan
·Perencanaan proses perekrutan
·Peran PMR dan relawan dalam proses perekrutan
·Pencapaian target perekrutan
2. Pelatihan
·Pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan perilaku anggota PMR melalui proses
penilaian syarat kecakapan
·Hasil evaluasi pelatihan
·Bagaimana pelaksanaan standarisasi pelatihan
3. Peningkatan keterlibatan anggota PMR dalam Tri Bakti
·Ketersediaan pendataan tentang jenis kegiatan, jenis keterlibatan, dan
durasi keterlibatan anggota PMR dalam Tri Bakti
·Keseimbangan gender dalam pelaksanaan Tri Bakti
4. Peningkatan keterlibatan anggota PMR dalam proses pengambilan keputusan
·Jumlah anggota PMR yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan
(dalam forum rapat, diskusi-diskusi, lokakarya, penyusunan buku, dll)
·Pelatihan kepemimpinan untuk anggota PMR
·Ada dan berfungsinya Forpis
5. Pendataan
·Pendataan tentang nama, alamat, jenis ketrampilan, ketersediaan waktu
di PMI
·Ketersediaan pendataan tentang jenis kegiatan, jenis keterlibatan, dan
durasi keterlibatan anggota PMR dalam Tri Bakti
6. Jejaring dan kerjasama
·Jejaring dan kerjasama antar sekolah/cabang/daerah

PEDOMAN MANAJEMEN RELAWAN (KSR-TSR)
Edisi I, Jakarta: Oktober 2008
Hak cipta © Palang Merah Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar