YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Sabtu, 27 Maret 2010

Kisah Sopir Pengantar Mayat

Jumat, 26/03/2010 17:00 WIB

Ucap Terima Kasih Itu Sangat Berarti
Deden Gunawan - detikNews

Bogor - Sopir mobil jenazah memiliki tugas kemanusiaan yang berat, mulai dari evakuasi korban tewas, mengantar jenazah bahkan membantu menguburkan. Sebuah ucapan terima
kasih sungguh menjadi obat lelah bagi mereka.

Bagi sebagian orang, melihat sesosok mayat entah kecelakaan atau korban pembunuhan, merupakan pengalaman mengerikan. Apalagi jika mayat itu sudah berbau busuk. Namun bagi petugas palang hitam, sebutan petugas mobil jenazah, hal itu biasa saja. Mereka tidak merasa jijik mengambil potongan tubuh korban yang tercecer akibat kecelakaan, misalnya saja karena tertabrak kereta.

"Kami biasanya ditugasi memungut potongan-potongan tubuh korban kecelakaan itu.
Karena memang tugas kami seperti itu. Yakni mengambil mayat, mengantarkan, bahkan
menguburkan jika mayat tersebut tidak dikenal atau tidak diambil keluarga," ujar Oman Abdurahman, petugas ambulans di RS PMI Bogor, dalam perbincangan Kamis (25/3/2010).

Ditambahkan Oman, dalam sebulan paling tidak mereka mengubur 5 mayat tidak dikenal
di TPU Kayu Manis, Bogor. Tugas para pengurus mayat di RS PMI Bogor memang lumayan sibuk. Rumah sakit itu memang menjadi tempat rujukan bagi para korban kecelakaan atau pembunuhan di wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan Depok. Bahkan tidak jarang, korban kecelakaan di Keramat Jati atau Pasar Rebo, dibawa ke RS PMI Bogor. Para sopir mobil jenazah pun harus siaga 24 jam.

"Biasanya ada sekitar 2 sampai 3 orang kalau malam yang jaga. Kalau kekurangan orang
di malam hari, biasanya petugas satpam ikut dikerahkan," jelas Oman.

Para petugas pengangkut jenazah ini pun tidak hanya mengurusi korban kecelakaan dan pembunuhan. Mereka sering dikerahkan dalam penanganan bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi mereka di bawah naungan PMI yang pasti turun dalam setiap penanggulangan bencana di Indonesia. Oman dan kawan-kawan sering diterjunkan dalam evakuasi bencana di bawah bendera PMI Pusat.

"Kita sering dikerahkan PMI Pusat untuk membantu korban bencana alam, seperti di Yogyakarta atau Tasikmalaya, beberapa waktu lalu," jelas Oman

Bagi oman dan kawan-kawan, menjadi petugas layanan sosial menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak semua orang bisa melakukan tugas mereka. Meski demikian mereka tidak merasa besar kepala. Bagi mereka, ucapan terima kasih dari keluarga korban sudah lebih dari cukup untuk membayar semua pengorbanan mereka.

"Kami merasa sangat berarti bila usai melakukan tugas ada orang yang mengucapkan terima kasih. Perkataan itu bagi kami sangat berharga. Kami merasa tugas yang kami lakukan, bermanfaat bagi manusia lainnya," pungkasnya.
sumber : www.detiknews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar