YOUTH FOR THE FUTURE

SELAMAT DATANG DI BLOG PMR UNIT SMPN 18 KOTA BOGOR

Kamis, 04 Maret 2010

KARYA MEDIA KREASI EDISI I KELOMPOK II JANUARI 2010

Bunda

Bunda ..
Engkau telah mengandung ku selama 9 bulan
Dengan susah payah bunda menjaga kita ..
Bunda..
Engaku yang telah melahirkan dengan penuh dan rasa sakit..
Tapi.. wajah penuh peluh itu seketika hilang tersapu oleh senyum di wajah bunda ..
Ketika bunda melihat seseorang bayi mungil , bunda tersenyum penuh dengan kasih sayang ..
Terima kasih bunda …

Karya : Lolita ramadhanty


Guruku

Guru..
Mungkin karna kau aku bisa pintar , mungkin karna kau banyak orang di bangsa ini menjadi cerdas ..
Ilmu yang engkau berikan , akan ku tanam di diriku ..
Semua ilmu yang engkau berikan untuk bekal hidupku nanti ..
Guru..
Tanpa jasamu aku tak mungkin seperti ini ,,
Engkau adalah orang yang sangat berhati mulia , ..
Terima Kasih guruku , jasamu akan selalu ku kenang sampai hayat nanti ..
Karna engkau aku bisa menjadi orang yang berguna ..

Karya : Rani Suryani


Kasih sayang Mu padaku

Pertama ku di lahirkan di dunia ini
Bahagia ku amat begitu besar
Dia memeluk ku dengan sangat eratnya
Di penuhi rasa kasih sayang tulus dan ikhlas..

Sembilan bulan lamanya ibuku mengandung
Meski tantangan menerjang, tetapi ibuku tetap tegar
Ibuku pahlawan tanpa pamrih
Demi memperjuangkan ku, antara hidup dan mati..

Dengan perjuangannya melahirkanku
Bertaruh nyawa demi keselamatanku
Dan merawatku hingga sebesar ini
Agar aku menjadi orang yang berguna..

Jasamu tak-kan terlupakan sepanjang hidupku
Ya allah terima kasih ku ucapkan
Engkau telah memberikan ku ibu yang terbaik
Yang bisa merawat ku dan menjaga ku..

Karya : Syifa Fadlina

Narasi di pagi hari

Dan bukan karna hujan, angin atau kemarau
Pada peta perjalanan masih jahillayah
Saat khalifah perjuangan rakyat jelata
Dan bukan karna asa , siksa , ataupun jera
Malaikat-malaikat menjelma sebagai peminta
Pagi yang menghujamkan seribu bahasa
Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana..

Tercucur darah-darah mengalir di kediaman angan menghela nafas..
Embun terasa di kulit tangan menyelinap butiran-butiran harapan
pandangan ku hanya tertuju pada langit..
tentang keteguhan moral yang seakan dapat di bayar nadiku terasa
merasuk ke otak-ku ,
teduh dalam kiasan ..
sendu dalam lamunan ..
apakah ini bukan sekedar narasi ataukah persepsi
dari asa yang tertinggal ..
dari hari yang berbekal ..
pagi itu hanya aku yang tahu ..
bunga mekar menakjubkan ..
angin riang menyanyikan ..
embun datang menyerukan karna aku masih ada di suatu pagi dan
karna aku masih bisa bermimpi……


Pantun

Kalau ada si kembang baru
Bunga kenaga di kupas jangan
Kalau ada sahabat baru
Sahabat lama di buang jangan

Air dalam bertambah dalam,
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Pulau pinang badannya baru
Kapitan light menjadi raja
Jangan di kenang jaman dahulu
Duduk mengalir air mata

Cempedak di luar pagar
Tarik galah tolong lonjongkan
Saya budak baru belajar
Kalo salah tolong tunjukkan

Melenguh lembu di gunung
Melingguh sampai ke balai
Maksud hatiku memeluk gunung
Apa daya tangan tak sampai

Kaca biru buatan cina
Di rapat dengan batu belanda
Sangat merayu dagang yang hina
Hati di dalam sangat menggoda ..


Dang saja menikam pari
Kena belanak ikan pelata,
Bukan sengaja kahanda kemari
Di bawa oleh hati tercinta

Api-api unggunan kandis,
Tumpah damar di kulit tengar,
Laki-laki mulutnya manis
Jika bersumpah jangan di dengar

Ambil alu di buat taji
Kain putih pembungkus dupa
Dari dulu sudah berjanji
Sampai mati tak’kan lupa

Burung dara burung merpati
Pohon capa hampir rumah
Jangan gusar kecil di hati
Adinda manis siapa yang punya

Ikan bawal di kampong orpa
Ikan sepat di dalam karang
Harga mahal tiada mengapa
Asal dapat dinda seorang

Dendang satu dendang dua
Pecah periuk perendangan
Entah makan entah tiada
Asalkan duduk berpandangan

Coba-coba menanam mubang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Anak lintah banyak bersua
Lintah melilit batang padi
Peluk cium kita berdua
Tandanya cinta dalam hati

Penggal puan penggal selasih
Penggal biduk kiat mengait
Tinggal tuan tinggal kekasih
Tinggal duduk baik-baik

Cendrawasih burung di awan
Anak mentes ibu mati
Bercerai kasih muda bangsawan
Bagailan putus rasanya hati

Tak guna kacang di kebat
Biar tersesak supaya tumbuh
Tak guna dagang di hanbat
Biar di tolak supaya jauh

Karya : Widya Indah Suryani


Sahabat

Sahabat adalah teman yang dapat mengerti keadaan yans sedang kita alami..
Sahabat engkau adalah teman yang baik yang pernah ku temui dan kau adalah teman yang selalu setia mendengarkan curhatku ..
Seorang sahabat sejati tidak akan pernah membocorkan rahasia sahabatnya sendiri...


Suasana pagi

Ku buka jendela pagi
Ku lihat terbitnya matahari
Sungguh indah sekali
Menyentuh hati ini . . .
Ku dengar burung berkicau dan ayam pun berkokok ..
Udaranya sangat sejuk bagaikan berada di atas gunung yang tinggi..
Melihat anak-anak pagi bersekolah
Dengan tersenyum mereka menuntut ilmu
Bersemangat dan berjuang ingin menggapai
Cita-cita yang tinggi . . . .

Betapa indahnya suasana pada pagi hari ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar